Pandemi ini membuat ruang gerak kita lebih terbatas dan sering berada di rumah karenanya kegiatan marketing pun juga berubah bukan lagi secara offline tapi mulai mengarah ke dunia digital. Sekarang, rutinitas pagi mengecheck hp sudah sangat lumrah terjadi. Target market kita pun bukan lagi generasi yang tidak paham dengan teknologi bahkan mereka sudah terbiasa bahkan berdampingan dengan teknologi. Saat ini sudah ada profesi yang bahkan dibilang menjanjikan saat di rumah aja seperti profesi influencer, content creator atau selebgram. Banyak nama yang bisa disebutkan namun ternyata hal ini berbeda persepsinya. 

Influencer bukan hanya sekedar memajangkan produknya tapi juga memperkenalkan value product-nya kepada para pengikutnya sehingga mereka bisa tertarik untuk membeli dan menggunakannya secara terus-terusan. Sedangkan content creator ialah orang atau platform yang menawarkan sebuah jasa untuk membuat konten yang bisa digunakan oleh online shop sebagai bahan konten jualan mereka, jadi mereka ini belum tentu bisa menawarkan traffic penjualan. Kalau selebgram? Hal ini hanya dikategorikan menjadi artis Instagram jadi memang konten yang paling ingin ditonjolkan adalah melalui Instagram bukan platform lainnya.

Dari namanya saja sudah berbeda ya, tentunya yang mereka jugar berbeda dari segi kualitas dari konten itu sendiri. Tapi, kalau Anda masih  bisnis pemula strategi apa yang cocok jika ingin menggunakan jasa ini? Simak yuk selengkapnya di artikel ini.

  1. Menentukan target followers dan market 

Saat menggunakan influencer sudah pasti Anda harus meriset terlebih dahulu tentang kategori branding yang mereka lakukan. Misal, jika Anda memiliki bisnis kuliner kemudian Anda pastinya tidak mungkin memasangkan dengan beauty influencer  karena sudah jelas followers influencer tersebut kurang tepat untuk produk sebagai target market Anda. Ada baiknya melakukan riset terlebih dahulu secara mendalam bukan hanya kategori branding  si influencer tapi mungkin Anda bisa lihat secara spesifik si influencer ini punya target yang paling spesifik seperti apa. Kalau Anda memiliki  bisnis kuliner dengan cita rasa pedas bisa tawarkan kepada orang yang memang menyukai makanan pedas ini. Dengan semakin spesifik checklist influencer maka akan semakin tinggi kesempatan produk Anda dibeli dan akan semakin efektif juga penggunaan influencer tersebut. 

  1. Memperbanyak konten dengan influencer nano

Sebelum Anda menggunakan influencer dengan jumlah followers yang banyak ada baiknya Anda memulai dulu dengan mengembangkan awareness terlebih dahulu. Jadi, daripada menggunakan satu influencer dengan jumlah followers besar sedangkan orang masih awam dengan nama brand Anda ada baiknya memperbanyak penggunaan influencer dengan jumlah followers nano yang bisa mencapai 10 orang sehingga setidaknya orang sudah mulai awam dengan nama brand Anda. Keputusan mereka dalam membeli pun jadi lebih mudah dan mampu menarik mereka untuk menjadi followers Anda juga. 

  1. Memperbaiki konten katalog online shop

Seringkali terjadi nih baru saja memiliki online shop tapi katalog online-nya belum ready. Padahal hal ini bisa menjadi sebuah keputusan besar bagi konsumen. Katalog online seperti presentasi atau toko fisik secara digital bagi konsumen. Karenanya, kita harus mengindahkan toko kita agar enak dipandang dan konsumen pun tertarik membeli produk kita. Dengan katalog online kita yang semakin meyakinkan tentunya keputusan konsumen dalam membeli pun semakin tinggi loh!

Tak dipungkiri jika influencer ataupun content creator memiliki pengaruh cukup besar di media sosial. Karenanya, mulai perbaiki toko digital Anda  dan pilihlah strategi marketing yang paling efektif bagi usaha. Penggunaan influencer ini jangan juga dimasukkan dalam laporan keuangan agar tahu apakah ini efektif. Untuk masalah laporan keuangan yang paling efektif dan memberikan untung sudah pasti dengan aplikasi MOODAH. Catat transaksi tanpa repot, bisa cek ongkir dan masukkan pembukuan dari Tokopedia juga lebih mudah. Gunakan MOODAH untuk naikkan keuntunganmu. 

Author

Write A Comment