Tahukah kamu, ternyata dalam mengambil sebuah keputusan bisnis, pebisnis maupun investor yang memiliki perusahaan biasanya mempertimbangkan rasio keuangan (red : financial ratio dalam bahasa inggris). 

Rasio keuangan ini sangat penting apalagi jika dilakukan secara teratur dari waktu ke waktu, hasil analisisnya dapat mengukur bagaimana performa atau kemajuan perusahaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 

Jika analisis rasio keuangan begitu penting dan wajib diketahui oleh pebisnis maupun investor, cari tahu yuk “apa sih rasio keuangan atau financial ratio?” 

Analisis rasio keuangan atau financial ratio itu adalah proses analisis yang berhubungan dengan akuntansi pada laporan keuangan, seperti neraca, laba rugi maupun laporan arus kas, tujuannya tidak lain agar kamu tahu dan bisa menilai bagaimana kinerja keuangan dalam perusahaan. 

Adapun fungsi lain dari analisis rasio keuangan, seperti sebagai bahan evaluasi sumber daya perusahaan, sebagai acuan investor untuk memilih perusahaan, menilai efektifitas strategi perusahaan untuk bersaing dengan kompetitor dan sebagai bahan audit perusahaan dari sektor keuangan maupun operasional. 

Rasio keuangan ini memiliki jenis dan rumus yang banyak tergantung kebutuhan perusahaan. Dari sekian banyak rumus dan pengertian financial ratio, kali ini kita akan membahas financial ratio beserta contoh yang bisa diaplikasikan dalam perusahaan kamu, baik kamu sebagai pengusaha atau pebisnis maupun kamu sebagai investor. 

Ada 13 Financial Ratio Yang Wajib Diketahui pebisnis dan investor, dan dapat dibagi menjadi 5 pilar utama. 

#1 Price Ratio (Rasio Harga) 

Sesuai namanya rasio harga ini berkaitan dengan nilai harga, dan dapat menentukan nilai relatif suatu saham. Idealnya, kamu bisa bandingkan harga saham di sektor yang sama, agar dapat mengambil keputusan, kira – kira harga yang mana yang akan kamu ambil. 

Contoh dari price ratios ada 3 yaitu price to book ratio, price to earning ratio dan price to earnings growth ratio. 

Simpelnya seperti ini, 

Kamu akan menganalisis apakah pendapatan perusahaan kamu dari waktu ke waktu sudah sehat dan baik? Tentu kamu perlu perbandingan atau rasionya bukan? Nah salah satu rasio yang bisa kamu gunakan adalah price to earnings ratio atau disingkat PER. Dimana rasio ini dapat menggambarkan harga saham sebuah perusahaan dibandingkan keuntungan atau laba yang dihasilkan oleh perusahaan. 

Cara membandingkannya mudah, kamu tinggal bandingkan PER dalam industri sejenis, sehingga kamu dapat mengambil keputusan yang akurat. 

Jika kamu seorang investor, rasio ini juga berguna dalam memilih perusahaan, jika PER lebih kecil dari rata – rata dalam industri sejenis, maka perusahaan dianggap relatif murah, dan saham dengan PER yang rendah banyak diminati. Dari situ kamu bisa menentukan pilihan. 

Ada 3 tolok ukur yang bisa menjadi acuan PER periode kuartal, PER masa depan yang dihitung terhadap perkiraan pendapatan bersih dan PER masa depan. 

Selain PER, ada price to earnings growth ratio, rasio ini fokus pada PER perusahaan dibagi dengan tingkat pertumbuhan pendapatan dari waktu ke waktu untuk periode yang akan datang. PEG sendiri jika lebih rendah menandakan suatu saham overvalued. 

Rasio ketiga yang bisa jadi acuan, price to book ratios, rasio ini membandingkan antara nilai pasar perusahaan dengan nilai bukunya, jika perusahaan banyak menjual aset untuk membayar hutang maka yang tersisa adalah nilai buku, kamu tinggal bandingkan dengan nilai saham yang beredar. 

#2 Debt Ratio (Rasio Hutang) 

Rasio hutang berfokus mengukur kesehatan keuangan sebuah perusahaan, tepatnya fokus pada jumlah hutang yang digunakan perusahaan. 

Salah satu contoh debt ratios adalah Debt to Equity Ratio. Rasio satu ini digunakan untuk melihat berapa besar hutang dibandingkan total Ekuitas yang dimiliki perusahaan, tentu saja jika hutang perusahaan kamu besar maka dapat menjadi risiko bagi perusahaan. 

Ada beberapa acuan yang dapat kamu gunakan untuk menganalisis debt to equity ratio ini, 

Jika DER > 1, maka hutang lebih besar dari pada ekuitas, artinya terlalu beresiko. 

Begitu sebaliknya, jika DER < 1 maka hutang lebih kecil daripada ekuitas artinya aman. 

Dari acuan tersebut, mana yang perlu dipilih? DER < 1 karena hutang yang lebih kecil menandakan hutang masih dapat ditoleransi. 

Adapun rumus atau formula yang bisa kamu gunakan 

Debt Equity Ratio = Debt / Equity 

#3 Liquidity Ratio (Rasio Likuiditas) 

Rasio likuiditas memberitahu kamu tentang kelangsungan hidup jangka pendek perusahaan. Rasio ini menunjukkan aset dapat menutupi atau mengcover liabilitas / kewajiban. 

Contohnya adalah Quick ratio dan Current Ratio. 

Pertama, kita bahas quick ratio atau rasio cepat. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek seperti hutang. 

Semakin besar rasio maka dikatakan semakin baik, tidak harus 100% namun mendekati saja sudah bisa dikatakan sehat secara likuid dan keuangan. 

Adapun formula dari rasio cepat ini yaitu : 

Quick Ratio = Current Asset – Inventory / Current Liabilities 

Contoh kedua adalah current ratio atau rasio lancar, yang mengukur kemampuan Anda untuk membayar hutang dalam jangka pendek atau segera jatuh tempo dalam satu tahun, biasanya sering juga disebut sebagai rasio modal kerja. 

Semakin besar perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang maka semakin tinggi kemampuan sebuah perusahaan untuk menutupi hutang atau kewajiban dalam jangka pendek. 

Mudahnya, acuan dalam rasio lancar adalah jika rasio kurang dari satu menunjukkan hutang yang jatuh tempo dalam satu tahun lebih besar dari aset Anda saat ini. 

Kamu juga bisa menghitung rasio nya dengan formula dibawah ini agar lebih mudah mendapatkan hasilnya. 

Current Ratio = Current Asset / Current Liabilities 

#4 Efficiency Ratio 

Sebelum kamu memilih berinvestasi di suatu perusahaan, kamu perlu tahu terlebih dahulu apakah perusahaan menggunakan uang kamu dengan baik atau tidak. Nah rasio efisiensi inilah yang akan membantu kamu memutuskan pilihan yang akurat, karena tugas dari rasio ini mengukur bagaimana bisnis bekerja menggunakan sumber dayanya.

Adapun jenis dari rasio efisiensi ini adalah asset turnover ratio dan Inventory turnover ratio. 

Asset turnover ratio atau rasio perputaran aset dapat menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya secara keseluruhan. Lebih kepada rasio pendapatan perusahaan dan nilai asetnya. 

Ada dua acuan yang bisa membantu kamu, yaitu numerator dan denominator. Dimana numerator adalah pendapatan selama periode sedangkan denominator adalah rata – rata aset yang beredar selama periode tersebut. 

Adapun rumus atau formula yang bisa kamu gunakan yaitu : 

Perputaran aset = penghasilan / rata – rata total aset

Rasio yang lebih tinggi menunjukkan efisiensi yang lebih baik, jika lebih rendah maka perusahaan kurang efisien dalam mengelola sumber dayanya. 

Satu lagi jenis rasio efisiensi adalah Inventory turnover ratio atau rasio perputaran persediaan. Rasio ini memberitahu kita seberapa cepat persediaan perusahaan terjual dalam satu periode akuntansi, biasanya dalam satu tahun. 

Rumus atau formula yang dapat digunakan adalah 

Perputaran persediaan = harga pokok penjualan / rata – rata persediaan

Biasanya rasio yang lebih tinggi yang lebih disukai karena menunjukkan manajemen persediaan dalam perusahaan bekerja secara efektif. 

#5 Profitability Ratio

Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari pendapatan, biaya operasional, aset atau ekuitas. Rasio ini juga menunjukkan bagaimana efisiensi sebuah perusahaan dalam memperoleh keuntungan. 

Dalam rasio profitabilitas, kamu harus memperhatikan gross margin, profit margin, Return on assets dan return on equity ratio. 

Gross Margin, adalah langkah pertama dalam profitabilitas, gross profit dan gross margin yang tinggi akan semakin baik. 

Rumus untuk gross margin adalah penjualan – biaya penjualan / penjualan. 

Sedangkan acuan profit margin adalah laba bersih dan margin laba bersih, memungkinkan kamu untuk menganalisa laba dan meningkatkan profitabilitas. 

Laba bersih adalah pendapatan dikurangi harga pokok penjualan dikurangi biaya operasional, biaya overhead dan pajak. 

Jika kamu kesulitan dan masih bingung nih dalam mengambil keputusan perusahaan karena harus berdasarkan dari berbagai rasio yang ada, kamu tidak perlu khawatir karena kamu bisa konsultasi kapan saja dan dimana saja dengan akuntan profesional yang ada di Moodah.id, semua proses laporan keuangan, pembukuan, hingga perpajakan dapat di cover oleh moodah.id sebagai jasa akuntan profesional yang bisa bikin bisnis kamu berkembang lebih besar. 

Ohya, masih ada dua jenis rasio profitabilitas yang wajib kamu ketahui yaitu Return on assets dan return on equity ratio. 

Return on assets atau pengembalian aset memberitahu kamu seberapa menguntungkannya perusahaan yang berkaitan dengan aset.  Biasanya ROA yang lebih tinggi akan lebih disukai oleh pebisnis maupun investor. 

Nah yang terakhir adalah return on equity ratio atau pengembalian yang memberitahu seberapa menguntungkannya perusahaan dalam ekuitasnya. Biasanya rumus yang digunakan adalah pendapatan suatu periode / ekuitas rata – rata. 

Adapun cara untuk meningkatkan ROE yaitu tingkatkan keuntungan, perputaran aset dan leverage yang digunakan ROE. 

Dan ROE biasanya mudah dan sangat bisa dimanipulasi. 

Oke, itu adalah 5 pilar utama dan jenis – jenis financial ratio yang wajib kamu ketahui agar tidak salah saat investasi ataupun tidak salah langkah dalam menjalani bisnis sendiri. 

Semoga bermanfaat dan dapat diimplementasikan ya!.

Author

Write A Comment