Kamu pekerja maupun wirausaha sudah mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)? Berarti kamu sudah menjadi WP (Wajib Pajak) yang memiliki kewajiban untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan. SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) adalah laporan Wajib Pajak atas penghasilan yang diterimanya selama satu tahun, jadi gaji kamu setiap bulan diakumulasikan selama 12 bulan sebagai dasar perhitungan SPT Tahunan.

SPT TAHUNAN

SPT Tahunan dibedakan menjadi 2, yakni SPT Tahunan Pribadi dan SPT Tahunan Badan (Perusahaan). Masing-masing dari batas akhir pelaporannya juga berbeda, SPT Tahunan Pribadi memiliki batas akhir pelaporan paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak (contoh jika kamu melakukan pelaporan SPT Tahunan 2021 maka batas akhir pelaporannya adalah 31 Maret 2022). Sedangkan SPT Tahunan Badan batas akhirnya 4 bulan setelah akhir Tahun Pajak (30 April)

SPT BULANAN / SPT MASA

SPT Bulanan atau SPT Masa hanya diperuntukan untuk pelaporan pajak perusahaan yang dilakukan setiap bulan. Berbeda dengan SPT Tahunan, SPT Masa mempunyai dasar perhitungan yang cukup banyak diantaranya PPh Pasal 21/26 dan PPN & PPnBM. Jika kamu mempunyai perusahaan yang sudah terdaftar menjadi PKP (Pengusaha Kena Pajak), maka sangat wajib hukumnya melakukan pelaporan SPT Masa setiap bulannya.

SANKSI JIKA TIDAK MELAKUKAN PELAPORAN SPT

  1. SPT Tahunan

Terdapat 2 sanksi jika kamu lupa atau sengaja tidak melaporkan SPT Tahunan, yakni sanksi administrasi berupa denda yang besarannya Rp 100.000 bagi WP Pribadi dan Rp 1.000.000 bagi WP Badan. Adapun sanksi tersebut dibayarkan setelah kamu mendapat Surat Tagihan Pajak (STP) dari kantor pajak dimana kamu terdaftar.

Sanksi lain adalah Sanksi Pidana berupa kurungan penjara dari 6 Bulan sampai 6 Tahun tergantung dari berapa lama pajak terutang yang kamu miliki. Sanksi Pidana ini merupakan upaya terakhir dari Negara agar kamu memiliki kesadaran untuk taat melaporkan SPT Tahunan.

  1. SPT Bulanan / SPT Masa

Bagi kamu yang memiliki usaha atau perusahaan, wajib banget setiap bulan melakukan pelaporan SPT Masa. Karena dasar perhitungannya cukup banyak dari beberapa pasal, untuk PPn sendiri saja jika kamu tidak melaporkannya setiap bulan, dendanya Rp 500.000 per bulan dan jika kamu tidak melaporkan selama satu semester saja angkanya sudah menyentuh Rp 3.000.000. Lain halnya jika kamu lupa melaporkan Pasal lain selain PPn yang besarannya Rp 100.000

Bagaimana jika kamu lupa atau bahkan tidak pernah melaporkan SPT Tahunan dan Masa? Kamu sudah bisa memprediksi besaran dendanya berapa. Dan ingat, masih ada Sanksi Pidana jika besaran pajak terhutang kamu ternyata sudah banyak.

Cara Melapor SPT Tahunan / SPT Bulanan

Sebenarnya pelaporan pajak itu sangat mudah, jika kamu ingin melapor SPT Tahunan maupun Masa, cukup kunjungi situs resmi DJP Online dan lapor melalui e-filing. Tetapi buat kamu yang masih bingung dan tidak punya waktu banyak untuk mengurus pelaporan SPT, kamu bisa pakai jasa konsultan pajak profesional seperti moodah.id. 

Kamu bisa konsultasi kapan dan dimana saja dengan tim profesional dari moodah.id, selain pelaporan pajak, kamu bisa dapat layanan lengkap lainnya yang bisa memudahkan kamu mengurus pajak tanpa ribet, yaitu perhitungan pajak dan penerbitan tagihan billing. 

Nah itu dia seputar pajak hingga pelaporan yang wajib kamu ketahui, sebagai warga negara yang taat pajak, jangan sampai kamu telat lapor pajak ya! 

Author

Write A Comment